Welcome to my personal blog. As its title "Thought Bubbles", this blog will contain anything that crossing in my mind, anything that I cannot say out loud.
Well, today is our anniversary, yeayyy. Hmmm, apa ya yang spesial? Gak ada sih, semuanya berjalan seperti biasa, aku gabut, memulai hidup, nyari makan buat survive. Cuman buat video ucapan anniversary sederhana buat Ahmad, karena dia bucin dan aku menghargai kebucinannya dengan ngebucin balik. So, mari kita dedikasikan tulisan ini untuk Ahmad. For me Ahmad more than my boyfriend ( yaiyaalaah tunangan wkwkk ), yaa lebih dari sekedar pasangan. Dia sahabat dan pendengar yang baik untuk semua kisah-kisah dan kelakuan absurdku. Yang selalu support dan percaya kalau aku bisa ngelakuin hal-hal yang aku mau, sekalipun aku sering meragukan diriku sendiri. Jadi teman ngeghibah yang selalu support jiwa kejulidanku. We are not perfect, aku sering kesal dengan kelakuan Ahmad, dan dia juga tentu sering kesal dengan kelakuanku yang naudzubillah . But suprisingly we did it for 7 years, dan semoga sampai tahun tahun berikutnya. Aamiiin Kadang masih gak percaya bisa selama ini ngejalanin hubu...
Apa itu medioker? Berdasarkan kbbi. me.di.o.ker / médiokêr/ artinya menengah ; rata-rata. Ya menjadi manusia yang biasa-biasa saja. Apa salahnya menjadi medioker? Biasa-biasa saja, tidak menonjol, tidak mencolok. Di dunia yang kompetitif ini, menjadi medioker kurasa lebih membahagiakan. Menjalani hidup seada-adanya, gak muluk-muluk, bahagia, santuy , yang penting ga lupa kalo masih menjadi manusia dan memperilakukan manusia lain dengan manusiawi. Disaat orang-orang mendewakan popularitas, views, followers, engagement. Aku ingin jadi biasa-biasa saja. Kadang terlintas bagaimana rasanya menjadi orang yang populer, dengan ribuan followers. Punya channel Youtube, uang mengalir dari ads dan endorsement. Tapi tentunya hal besar juga diikuti dengan tanggung jawab yang besar, bukan? Orang-orang menuntut kesempurnaan dari image yang kita bangun. Ketika kita salah melangkah sekali saja, maka hancur sudah karir yang mati-matian kita bangun. Apa rasanya...
Dear Myself, Thank you for being you. The imperfect you. Thank you for staying in this tough world. You've tried your best already. Don't bother yourself with others' opinions that just make you down. You are the best no matter how many bad things happened in your days.
Komentar
Posting Komentar